Recent Posts

header ads

Mariupol Bersiap Menjadi Pusat Pertempuran Terakhir Rusia dan Militer Ukraina

 


Pasukan Ukraina sedang mempersiapkan pertempuran terakhir untuk mempertahankan pelabuhan Mariupol, yang dikepung oleh Rusia sejak invasi, kata marinir di kota itu pada Senin (11/4/2022). "Hari ini mungkin akan menjadi pertempuran terakhir, karena amunisi hampir habis," kata brigade angkatan laut ke-36 angkatan bersenjata Ukraina. 

“Ini adalah kematian bagi sebagian dari kita, dan penahanan bagi yang lain,” tambahnya, seraya mengatakan bahwa mereka telah dipukul balik dan dikepung oleh tentara Rusia.

Marinir Mariupol berujar, telah mempertahankan pelabuhan itu selama 47 hari dan melakukan segala yang mungkin hingga tidak mungkin untuk mempertahankan kendali kota. Sementara itu pasukan Rusia mengatakan, pertempuran baru-baru ini berpusat di sekitar pabrik besi dan baja Azovstal di kota itu dan di pelabuhan. 

Menurut marinir Mariupol, di situlah Rusia secara bertahap memukul mundur dan mengepungnya dengan api, lalu sekarang mencoba menghancurkan mereka. Sekitar setengah dari anak buahnya terluka, kata brigade itu dikutip dari AFP. 

"Banyaknya jumlah orang yang terluka hampir setengah dari brigade. Mereka yang anggota tubuhnya tidak terkoyak kembali ke pertempuran." "Semua infanteri tewas dan pertempuran tembak-menembak sekarang dilakukan oleh pasukan artileri, penembak anti-pesawat, operator radio, pengemudi, dan juru masak. 

Marinir Mariupol juga mengeluhkan kurangnya dukungan dari pimpinan militer Ukraina. "Tidak ada yang mau berkomunikasi dengan kami lagi karena kami sudah dihapus." Namun, panglima angkatan bersenjata Ukraina Valeriy Zaluzhny menulis di Facebook, "Hubungan dengan unit-unit pasukan pertahanan yang secara heroik menguasai kota itu stabil dan terjaga". 

Tentara Ukraina melakukan segalanya untuk "menang dan menyelamatkan nyawa personel serta warga sipil di segala penjuru", tambahnya. Mariupol mengalami pertempuran paling sengit sejak Rusia invasi Ukraina. 

Kota itu hampir rata dengan tanah. Ribuan warga sipil diperkirakan tewas di Mariupol. Pengungsi Mariupol menyuarakan kondisi kelaparan dan kedinginan yang mengerikan, dengan warga sipil bersembunyi di ruang bawah tanah.


Post a Comment

0 Comments