Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, sudah menerima surat pencopotan M Taufik sebagai Wakil Ketua DPRD DKI. Namun, Prasetio mengatakan, surat tersebut belum ia tanda tangani.
"Sudah ada tapi belum gue (tandatangani), banyak banget (surat masuk), gue lagi males tanda tangan," kata Prasetio, saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/4/2022). "Gue lagi sakit (jari), beneran sakit, mau tanda tangan enggak bisa," tutur dia sembari menunjukkan perban di jari tengah kanannya.
Prasetio menuturkan, pergantian M Taufik akan dia pelajari lebih dahulu sebelum dilanjutkan ke tahap selanjutnya. "Iya belum diproses, saya pelajari dulu," ujar dia. Selain, Prasetio mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua DPD Gerindra DKI yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, terkait pencopotan jabatan Taufik.
Adapun, Riza Patria melayangkan surat pencopotan M Taufik pada Maret 2022. "Sudah disampaikan, pergantian ya sudah, bulan Maret," ujar Riza, Jumat (1/4/2022). Dalam surat tersebut juga ditentukan nama pengganti M Taufik, yakni Ketua Fraksi Gerindra DKI, Rani Mauliani.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengungkap keputusan M Taufik bakal diganti dari jabatan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. M Taufik tidak mempermasalahkan hal itu.
"Ya nggak apa-apa, kalau dipecat dan diganti ya nggak apa-apa, wajar-wajar saja," kata Taufik kepada wartawan. Taufik pasrah jika dicopot dari jabatannya itu. Menurutnya, jabatan itu sudah dicatat sebagai takdir. "Ya nggak apa-apa, nggak ada masalah saya sih, silakan diganti nggak masalah," ujarnya.
Alasan Taufik Terancam Dicopot
Desmond J Mahesa mengungkap sudah adanya keputusan M Taufik diganti dari jabatan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Dia menyebut ada sejumlah alasan bakal digantinya M Taufik. Desmond mengungkap alasannya adalah M Taufik terlibat kasus tanah Munjul. Dia menyebut dugaan keterlibatan M Taufik di kasus tersebut dapat merusak nama Gerindra.
"Kalau begini terus partai jadi rusak, kasus Munjul dia macam-macamin seperti itu kan, jadi kalau sampai kasus-kasus itu jadi urusan hukum, maka partai yang rusak kan. Itulah kenapa saya dukung dia pindah partai daripada merusak Gerindra," ucapnya.
Selain itu, Desmond menyebut M Taufik tidak bisa berkontribusi terhadap partai, khususnya ketika menjabat Ketua DPD DKI Jakarta Gerindra. Dia menyebut M Taufik tidak serius mengurus partai.


0 Comments